Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label http://id-id.facebook.com/pages/Komunitas-Pecinta-Alam-RAPALA-/187878404582670. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label http://id-id.facebook.com/pages/Komunitas-Pecinta-Alam-RAPALA-/187878404582670. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2011

Air Terjun Curug Samigaluh

http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Pecinta-Alam-RAPALA-/187878404582670?sk=info







Air terjun ini berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan. Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 5 km dari Pasar Dekso. MTs Sidoharjo (sekolah ane dulu) belok ke kiri dan melewati jalan yang menanjak, dan selanjutnya harus melawati jalan setapak di pinggir sawah dan hutan. Sambil berjalan anda bisa menikmati pemandangan yang indah disepanjang jalan diiringi oleh kicauan burung.


Curug ini merupakan obyek wisata yang berupa air terjun dengan ketinggian 75 meter. Disini jika kita beruntung disamping melihat air terjun anda juga akan menemui kera ekor panjang yang bergelantungan di tebing-tebing. Air terjun ini belum mempunyai nama, Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai curug saja. Menariknya, curug ini seakan belum banyak terjamah manusia sehingga masih cukup alami keadaannya. Tambah elok dengan hamparan bunga di sekitarnya, Obyek wisata ini Terletak di Pedukuhan Gorolangu

Peta Curug SAMIGALUH

Pesona Alam Curug Cikaso


Daerah Sukabumi sejak dulu dikenal orang, kaya dengan wisata alamnya. Dimulai dari pantai hingga pegunungannya. Curug Cikaso adalah salah satu wisata alam yang mulai dikelola dengan baik. Air terjun dengan ketinggian hampir 80 meter ini terdiri atas 3 air terjun dan lebar tebingnya hampir 100 meter.

Curug Cikaso berada di kampung Ciniti, kelurahan Cibitung, kecamatan Cibitung-Jampang Kulon. Untuk mencapainya selain berjalan kaki menyusuri pematang sawah, bisa juga menggunakan perahu motor.

Biasanya para tamu setelah melapor ke loket tiket masuk, disodorkan dua buah tiket Rp2.000, per orang, dan satu paket perahu motor Rp80 ribu untuk pergi pulang. Satu perahu berkapasitas maksimal 10 orang. Perahu motor tersebut akan menunggu para wisatawan selama tiga jam.

Setelah membeli tiket masuk, wisatawan bisa langsung menaiki perahu yang sudah siap di bantaran sungai.
Lalu perahu langsung berjalan melewati sungai Cikaso selama lima menit lalu masuk ke anak sungai Cikaso yang dialiri air dari air terjun.

Seterusnya wisatawan diturunkan di bantaran sungai dan masuk ke dalam area air terjun. Dari jauh sudah terdengar deburan limpahan air yang terjun dari ketinggian. Sebentar saja berjalan, terpampanglah lukisan alam yang cantik dan elok.

Curug Cikaso terbentang sangat megah dengan deburan airnya yang berwarna putih melewati tiga buah air terjunnya. Dihiasi oleh bebatuan besar di kiri dan kanannya serta pepohonan menambah keasrian alam curug ini. Masing-masing air terjun mempunyai nama masing. Yang sebelah kiri bernama Curug Asepan, tengah bernama Curug Meong dan sebelah kanannya bernama Curug Aki.

Di sana sudah terdapat empat warung makan, sebuah warung suvenir yang menjajakan kaus-kaus bertuliskan dan bergambar Curug Cikaso serta dua buah toilet. Para wisatawan banyak yang asik berfoto sambil berenang atau sekedar main air sambil duduk di bebatuan. Tak sedikit remaja yang berani berenang di pinggiran air terjun untuk sekedar uji nyali sampai mencapai batu-batu besar.

Sayang sekali masih banyak, keindahan curug ini menjadi agak terganggu dengan banyaknya sampah-sampah yang terkumpul di pinggiran air terjun. Belum lagi sampah-sampah yang dibawa wisatawan di area sekitar warung-warung. Apalagi tidak tampak 1 tempat sampahpun disediakan di sana. Peringatan soal keamanan juga belum ada, hingga banyak wisatawan yang asyik berenang tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri.

Padahal tumpahan air terjun ini, kabarnya membentuk jeram yang kuat dan dasar sungai mencapai kedalaman 30 meter. Mungkin sebaiknya diberikan pembatas daerah di sekitar air terjun agar resiko kecelakaan bagi para wisatawan dapat diminimalisir.

Curug Cikaso sebetulnya bernama Curug Ciniti, sesuai nama kampung wilayah tersebut, namun karena melewati aliran sungai Cikaso, maka masyarakat disana lebih banyak menyebutnya dengan nama Curug Cikaso. Pengemasan wisata air terjun ini sangatlah menarik, mulai dari naik perahu sampai menikmati keindahan air terjunnya.

Tinggal bagaimana kita menjaga kebersihan dan kenyamanannya. Hal itu tidak hanya tanggung jawab pengelola dan pemda setempat tetapi juga diperlukan kesadaran para wisatawan yang datang, sehingga keindahan Air terjun ini dapat tetap terjaga dan tetap lestari.



Jumat, 16 Desember 2011

KODE ETIK PECINTA ALAM Se-INDONESIA

KODE ETIK PECINTA ALAM Se-INDONESIA

“ PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA “

“PECINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR ”

” PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH TUHAN YANG MAHA ESA “

Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan :

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Memelihara alam beserta isinya serta menggnakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhannya.

3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air.

4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia sesuai sesuai dengan martabatnya.

5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam

6. Berusaha saling membantu menghormati, serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.

7. Selesai.

Disyahkan bersama dalam

GLADIAN IV – 1974 Di Ujungpandang

Selasa, 13 Desember 2011

Wisata Alam Curug Panjang
 
·        

Menikmati sejuknya alam pegunungan dengan sejuta pesonanya, tentunya sangat menyenangkan. Tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta yang padat dan penuh kemacetan membuat banyak orang jenuh dan ingin mencari sesuatu yang baru, terutama mencari alam atmosfir yang menyegarkan. Sasaran yang selalu dipenuhi saat liburan akhir pekan atau liburan, kawasan Puncak yang terbilang tidak jauh dari Jakarta selalu dijejali masyarakat Jakarta dan sekitarnya, masalah kemacetan yang terjadi bukanlah penghalang untuk menikmati alam Puncak yang sejuk.
Sisi lain dari kawasan Puncak yang ramai, ternyata banyak tempat-tempat wisata alam yang sangat menarik yang mungkin saja tidak terlirikkan dan memiliki pesona keindahannya yang luar biasa, salah satunya adalah Wana Wisata Curug Panjang.

Wana Wisata Curug Panjang
Wana Wisata Curung Panjang atau lengkapnya Curug Panjang - Family Adventure & Camping Site berada di daerah Mega Mendung Puncak Kabupaten Bogor, merupakan tempat wisata yang memadukan keindahan dan kecintaan alam, atau dapat dikatakan sebagai wana rekreasi dan pendidikan. Tempat wisata alam yang sangat cocok sekali untuk rekreasi keluarga, dengan tujuan mengembangkan kecintaan anak-anak terhadap kelestarian alam, dengan langsung berinteraksi secara dekat.

Keindahan air terjun yang ada di sepanjang sungai, memberikan keistimewaan tersendiri Curug Panjang yang berada di lereng Gunung Paseban, yang mempunyai ketinggian berkisar 1000 meter dpal ( diatas permukaan air laut ). Air Sungai Cirangrang yang bersih mengalir membentuk 4 (empat) buah air terjun (bahasa Sunda : curug), yang aliran airnya deras memberikan pesona yang luar biasa. Dari denah (site plan) yang terpampang jelas di lokasi awal masuk kawasan ini, ke-4 air terjun tersebut berurutan dari atas adalah Curug Ciblao, Curug Panjang, Curug Bunder dan Curug Barong. Terdapat area camping ground (lokasi berkemah) di alam terbuka, tentunya sangat menyenangkan, selain menikmati kesegaran alam yang alami, kedekatan dengan alam akan semakin menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap alam.

Menuju Curug Panjang
Menuju ke lokasi Wana Wisata Curug Panjang tidaklah sulit, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dari Jakarta melalui tol Jagorawi ke arah Puncak, dengan waktu tempuh berkisar 1,5-2 jam dalam kondisi normal. Jalur yang ditempuh, dari pintu tol Ciawi menuju Puncak, sampai di Cipayung ambil jalan kiri setelah melewati Mesjid Jami Nurul Huda Cipayung (terkenal : Mesjid Mega Mendung) atau lihat plang nama Unilever Learning Centre yang terlihat dengan jelas, ini berjarak -/+ 7 KM. Dari sini menuju Curug Panjang, akan melewati Hotel Mega Mendung, Unilever Learning Centre, di pertigaan Megaindah Mega Mendung dan Pusdik Reskrim Polri, ambil jalan disampingnya, lanjut terus sampai Mega Training Centre, dan jalan terus ke depan dengan memperhatikan petunjuk ke Curug Panjang, jarak tempuh berkisar 7,5 KM. Jadi jarak total dari tol Ciawi berkisar +/- 15 KM sampai ke lokasi wisata Curug Panjang.

Sawah terasiring
 

Dalam perjalanan menuju lokasi Curug Panjang, kita akan merasakan keindahan alam Mega Mendung yang luar biasa, dengan panorama alam pegunungan dari atas, melewati perkampungan yang tenang dan sejuknya udara pegununungan, dan sesekali berjumpa dengan para pengendara sepeda balap yang akan menuju lokasi Curug Panjang. Kita akan jumpai juga 2 air terjun kecil yang airnya turun dari dinding bukit di sebelah kiri jalan. Tidak itu saja, hutan dengan pohon pinus yang besar dan rindang akan menghiasi perjalanan kita menuju lokasi, semakin memberikan kesan alami 'adventure' menikmati wisata alam yang menyenangkan. Yang perlu di perhatikan, karena jalannya sempit, berkelok-kelok, serta tanjakan dan bisanya dilalui satu mobil, jadi perlu kesabaran dan bergantian saat ada kendaraan mobil dari arah berlawanan.

Menikmati Curug Panjang
Setelah membayar karcis masuk sebesar Rp. 5.500,- perorang (sudah berikut asuransi kecelakaan) di pos loket, kita dapat melanjutkan menuju lokasi dengan berjalan kaki. Curug Panjang yang dijadikan nama kawasan wisata ini, merupakan lokasi yang sangat cocok sekali untuk wisata keluarga, tidak terkecuali dengan anak-anak kecil, karena jaraknya tidak terlalu jauh (berkisar +/- 250 m) dengan berjalan kaki melalui jalan yang cukup besar dan sebagian tersusun batu. Beberapa jalan yang menaik dan turun pun diberi tangga batu, sehingga anak-anak kecil pun cukup aman dan nyaman bila berwisata ke lokasi ini. Dalam perjalanan, kita akan menjumpai air terjun Curug Sawer yang kecil, yang aliran airnya membasahi jalan yang kita lalui dan jembatan 'eksotis' yang terbuat dari beton dan berpagar bambu, yang dibawahnya adalah aliran sungai Cirangrang yang akan membentuk air terjun Curug Panjang.

Melanjutkan perjalanan, kita akan jumpai petunjuk jalan, ke atas menuju base camp / kantor dan camping ground (Bukit Cluster 1 dan Bukit Cluster 2) dan arah ke kanan menuju lokasi Curug Panjang. Lokasi yang nyaman, dengan penataan yang rapi serta lingkungan yang bersih, membuat kita benar-benar merasakan betah berlama-lama di lokasi ini. Spanduk-spanduk himbauan agar menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga keselamatan, serta tong-tong sampah yang banyak, mencerminkan perhatian pengelola tempat ini akan pentingnya pelestarian lingkugan. Satu spanduk yang sangat menarik dan dapat menjadi sebuah pelajaran buat kita semua, yaitu slogan " Tiada hari tanpa 5R, Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin " dengan tambahan bahasa Jepang : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke.

Aliran air Curug Panjang
 

Air terjun Curug Panjang yang memanjang berkisar +/- 20 meter membentuk slope miring, bukan vertikal seperti air terjun umumnya, dengan aliran air yang deras dan membentuk beberapa kolam yang penuh air dengan dikelilingi bebatuan gunung dengan sekala kecil dan besar. Kolam yang di bagian atas cukup dalam (info dari penjaga, berkisar 7 meter), sedang di aliran bawah dengan kolam yang dangkal dengan airnya yang bersih, disini kita dapat menikmati keaslian air pegunungan yang dingin nan segar (nature swimming pool). Karena dangkal, aman juga buat anak-anak kecil, yang terpenting tetap dijaga, karena ada bebatuan yang licin, dikawatirkan terjatuh, dan aliran air ini masih mengalir ke bagian bawah menuju Curug Bunder. Di lokasi ini juga tersedia flying fox, warung makan dan kamar mandi/ganti yang bersih. Yang menarik juga, di sini kita dapat melihat beberapa turbin tradisional yang digerakkan oleh aliran air, yang berfungsi untuk memutar dinamo sebagai sumber listrik.

Pada kunjungan ini, kami belum menyempatkan untuk menyusuri Curug Ciblao, Curug Bunder dan Curug Barong yang berlokasi di Wana Wisata Curug Panjang. Informasi yang kami dapat di pos loket dan penjaga (pengawas), untuk menuju Curug Ciblao kita harus menyusuri sungai dengan berjalan kaki (water tracking atau river tracking) dengan jarak berkisar 800 meter, dengan jalan sungai yang berbatuan.  Untuk menyusuri menuju Curug Ciblao, kita diharuskan mengampil paket river tracking dengan biaya Rp. 30.000,- perorang sudah berikut life-jacket.
 

Jadi, saat kita berwisata alam di Curug Panjang, berbagai aktifitas yang dapat kita nikmati, antara lain adalah :
- Menikmati alam yang asri dan segar, al : alam pegunungan, alam hutan pinus, alam persawahan/kampung.
- Menikmati keindahan air terjun, bermain air atau berenang di kolam renang alami (nature swimming pool)
- River / water tracking, menyusuri sungai berbatuan menuju Curug Ciblao.
- Berkemah dengan beberapa pilihan : alam bukit, alam sawah dan alam hutan pinus.
- Wisata sawah atau kampung
- Flying fox
- Aktifitas memancing
- Jungle track
- Bermalam dengan pasilitas homestay (rumah bambu).

Untuk informasi :
Lokasi : Kp. Citamiang - Paseban, Desa Mega Mendung, Kab. Bogor
Telpon : 0888 908 6848
 


Senin, 21 November 2011

puisi alam







Post by sanggabuana on Jul 20, 2005, 11:15am

Rinduku terpahat dalam batu
suaraku mengalir bersama air
bertebaran menjadi bunga-bunga keabadian.

Aku patrikan diriku pada alam
cinta,tembang,lara,berlagu di pucuk cemara
angin semilir padamkan gelora.

Aku tak,kaupun tak,kita tak paham
bagaimana laut dengan cintanya
mematrikan diri pada tebing terjal.

Aku ingin belah sepi
tatkala bulan bersemi
tapi kemana kan kupautkan rindu
ketika air tak lagi bergemericik jernih.

Kepada alam jiwaku bermalam