Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Hobi Mendaki Gunung Bikin Tubuh Lebih Fit

Kegiatan mendaki dua puncak gunung di ekuator yang dilakukan tim E4L (Equatorial Peaks for Lupus) menunjukkan kekuatan perempuan secara fisik dan mental. Bagaimana tidak, 10 pendaki perempuan di atas 40 tahun ini terbukti berhasil mempertahankan motivasi dan semangat menuntaskan misi kemanusiaan untuk penderita lupus (odapus atau orang dengan lupus). Latihan fisik yang dilakukan tiga bulan menjelang keberangkatan menjadi modal sukses pendakian ini. Selain berhasil mencapai puncak menuntaskan misi, para perempuan matang ini juga mengaku memiliki fisik yang jauh lebih bugar dibandingkan 20 tahun silam.

Memiliki fisik yang bugar dan tubuh ideal menjadi impian kebanyakan perempuan. Inilah yang didapatkan perempuan yang tergerak menjalani misi sosial pendakian Gunung Cayambe (5.790 meter) dan puncak berapi tertinggi di dunia Cotopaxi (5.897 meter), di Ecuador, 16-31 Januari 2011 lalu. Ami KDM Saragih (46) dan Veronica Moeliono (47) adalah dua di antaranya.

"Latihan persiapan pendakian dilakukan dengan detail dan disiplin. Setelah menjalani program ini terasa perbedaannya di badan. Tubuh lebih fit saat jalan kaki menanjak dan sambil ngobrol. Saya lebih merasa fit, sedangkan teman yang tujuh tahun lebih muda saja merasa ngos-ngosan. Begitu pun yang terjadi saat jalan kaki bersama suami saya," jelas Ami yang berperan sebagai ketua tim E4L saat pendakian lalu.

Program latihan yang tepat dan dilakukan dengan baik memengaruhi kondisi fisik para pendaki ini. Manfaatnya tak hanya dirasakan saat menjalani pendakian namun juga sesudahnya. "Kondisi fisik saya lebih bagus dari 20 tahun lalu," kata Veronica saat konferensi pers bersama tim E4L beberapa waktu lalu.

Fisik yang fit dimiliki para pendaki bukan hanya pengaruh latihan fisik. Para pendaki ini juga harus terbukti sehat secara medis yang terukur dari hasil pemeriksaan kesehatan. Artinya, tubuh terbukti sehat luar dan dalam karena tak mengidap penyakit yang berisiko. Tentunya kondisi kesehatan seperti ini bisa diraih dengan menjalani pola hidup yang sehat. "Mereka yang boleh mendaki gunung adalah yang memiliki kondisi medis yang baik. Jika hasil general check up oke, mereka boleh mendaki," jelas Rachmat Rukmantara, pelatih fisik tim E4L.

Model latihan pendaki yang bikin fisik lebih fit
Latihan fisik yang diterapkan Rachmat menekankan pada kekuatan dan daya tahan fisik secara mendetail. Latihan inilah yang membuat para perempuan pendaki ini punya fisik yang jauh lebih segar dan muda:

* Fase penyesuaian
Sebagai tahap awal penyesuaian fisik, Rachmat menerapkan latihan daya tahan dengan lari seminggu tiga kali. "Lari harus dengan kondisi aerobik, intensitasnya 70 persen dari denyut nadi maksimal," jelasnya. Cara menghitung denyut nadi maksimal adalah 220 dikurangi usia Anda.

* Latihan kecepatan dan daya tahan
Sprint menjadi pilihan latihan untuk meningkatkan melatih kecepatan dan daya tahan. Tetapi berikan interval antara sprint dan jalan kaki. "Perempuan di atas 40 tahun memang agak sulit melakukan ini," aku Rachmat. Namun buktinya 10 perempuan pendaki ekuator sukses membuktikannya. Anda yang jauh lebih muda juga tentunya bisa menaklukkan tantangan ini bukan?

* Latihan kekuatan
Untuk melatih kekuatan fisik dilakukanlah latihan beban kepada 10 pendaki puncak gunung di ekuator ini. Latihan beban dilakukan bervariasi. Salah satunya jalan dengan menggunakan beban di kaki atau naik turun tangga dengan mengenakan beban di kaki.

"Perempuan segala usia bisa melakukan ini asalkan semua fase tersebut dilakukan bertahap dan tidak ada yang terlewatkan," kata Rachmat.

Di luar latihan wajib ini, para pendaki juga disarankan melakukan olahraga renang atau bersepeda di waktu senggang. "Tujuannya untuk menyeimbangkan latihan fisik tadi," lanjutnya.

http://nasional.kompas.com/read/2011/02/11/13460090

Tidak ada komentar:

Posting Komentar